Malang (07/04/2026)– Semangat kemandirian dan kreativitas perempuan Indonesia kembali ditunjukkan melalui gelaran Persit Bisa 2, yang akan berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota Persit Kartika Chandra Kirana tidak hanya berperan sebagai pendamping prajurit, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi keluarga dan inspirator bagi masyarakat.
Melanjutkan kesuksesan Persit Bisa 1, ajang ini hadir sebagai wadah strategis untuk menampilkan karya terbaik anggota Persit dari seluruh Indonesia, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seni budaya, serta berbagai inovasi kreatif lainnya. Persit Bisa 2 tidak sekadar pameran, melainkan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperluas daya saing produk lokal di tingkat nasional bahkan global.
Beragam produk unggulan akan ditampilkan dalam bazar dan pameran UMKM, mulai dari wastra seperti batik lukis, bordir, dan ecoprint, hingga produk fashion, kerajinan tangan, serta inovasi kreatif lainnya. Ajang ini juga akan diramaikan dengan fashion show karya anggota Persit yang dikemas secara profesional, sekaligus menjadi panggung apresiasi untuk meningkatkan nilai jual dan kepercayaan diri para pelaku usaha.
Tak hanya itu, pentas seni dan budaya daerah turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui pertunjukan tari dan musik tradisional, Persit menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota dari berbagai wilayah di Indonesia.
Lebih dari sekadar pameran, Persit Bisa 2 menjadi ruang silaturahmi dan jejaring usaha yang membuka peluang kolaborasi antar pelaku UMKM. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis keluarga besar TNI AD yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Partisipasi Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya pada ajang ini menjadi salah satu sorotan. Untuk kedua kalinya, mereka hadir dengan membawa beragam produk unggulan yang memadukan nilai tradisional dan sentuhan modern.
Figur-figur anggota Persit yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam Persit Bisa 1 kembali menunjukkan eksistensinya dengan inovasi terbaru. Sebut saja Ny. Wisnu, anggota Korem 084, yang menghadirkan batik lukis bernilai seni tinggi dengan sentuhan eksklusif khas karya handmade.
Kemudian Ny. Ika Donatus, anggota Korem 082, yang mengembangkan produk ecoprint ramah lingkungan dengan motif alami unik—bahkan telah berhasil menembus pasar internasional.
Sementara itu, Ny. Heni, anggota Denzibang 1/V, menghadirkan daster Malangan yang mengangkat identitas lokal dengan desain yang nyaman namun tetap elegan.
Di sektor fashion dan aksesoris, Ny. Rendi melalui UMKM tasnya menawarkan produk berkualitas dengan harga kompetitif yang diminati berbagai kalangan. Tak kalah menarik, Ny. Mita, Ketua Persit Cabang X Rindam PD V/Brawijaya, memperkenalkan produk tas berbasis wastra yang memadukan kearifan lokal dengan desain modern.
Kehadiran para anggota Persit ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas yang tumbuh dari lingkungan keluarga prajurit mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing. Dari tangan-tangan mereka, lahir produk-produk unggulan yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai ekonomi yang tinggi.
Keikutsertaan PD V/Brawijaya ini mencerminkan komitmen nyata dalam mengangkat potensi daerah ke panggung nasional, sekaligus mempertegas peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis keluarga.
Persit Bisa 2 diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan semangat berkarya dan berdaya, anggota Persit terus menunjukkan bahwa dari tangan-tangan mereka, lahir kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Masyarakat pun diajak untuk hadir dan turut memeriahkan kegiatan ini. Kehadiran publik tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap produk lokal, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kreativitas perempuan Indonesia.
Persit Bisa 2 bukan sekadar acara, melainkan gerakan. Gerakan perempuan tangguh yang terus berkarya, berdaya, dan menginspirasi negeri. (*)


